IMAM

JANGAN LUPA SOLAT SELAGI SEMPET INGAT WAKTU SOLATMU SEBELUM DATANG AJALMU . . . . . . . . .

Digital clock

Jumat, 19 November 2010

Cara Membaca Resep Dokter


Setiap berobat ke dokter pastilah sang dokter akan mendiagnosa penyakit dan kemudian akan menuliskan resep untuk kita tebus. Selanjutnya kita akan langsung meluncur ke Apotek terdekat untuk menebus dan membayarnya . betul??

Sekarang setelah mendapat resep dari dokter ada baiknya kita melihat isi dari resep. Saya yakin sebagian atau bahkan hampir semua dari kita tidak bisa membaca resep dari dokter *hehehe termasuk saya*. Disini saya akan berbagi sedikit pengetahuan tentang resep

Resep
Resep meruakan permitaan tertulis dari seorang Dokter,Dokter Gigi atau Dokter Hewan kepada Apoteker untuk meracik atau menyiapkan dan menyerahkan sejumlah obat kepada pasien.

Unsur-unsur resep:
1. Identitas
Dokter Nama, nomor surat ijin praktek, alamat praktek dan rumah dokter penulis resep serta dapat dilengkapi dengan nomor telepon dan hari serta jam praktek. Biasanya sudah tercetak dalam blanko resep.
2. Nama kota (sudah dicetak dalam blanko resep) dan tanggal ditulis resep
3. Superscriptio
Ditulis dengan symbol R/ (recipe=harap diambil). Biasanya sudah dicetak dalam blanko. Bila diperlukan lebih dari satu bentuk sediaan obat/formula resep, diperlukan penulisan R/ lagi.
4. Inscriptio
Ini merupakan bagian inti resep, berisi nama obat, kekuatan dan jumlah obat yang diperlukan dan ditulis dengan jelas
5. Subscriptio
Bagian ini mencantumkan bentuk sediaan obat (BSO) dan jumlahnya. Cara penulisan (dengan singkatan bahasa latin) tergantung dari macam formula resep yang digunakan. Contoh: - m.f.l.a. pulv. d.t.d.no. X - m.f.l.a. sol - m.f.l.a. pulv. No XX da in caps
6. Signatura
Berisi informasi tentang aturan penggunaan obat bagi pasien yaitu meliputi frekuensi, jumlah obat dan saat diminum obat, dll. Contoh: s.t.d.d.tab.I.u.h.p.c ( tandailah tiga kali sehari satu tablet satu jam setelah makan)
7. Identitas
pasien Umumnya sudah tercantum dalam blanko resep (tulisan pro dan umur). Nama pasien dicantumkan dalan pro. Sebaiknya juga mencantumkan berat badan pasien supaya kontrol dosis oleh apotek dapat akurat.

TATA CARA PENULISAN RESEP
Tidak ada standar baku di dunia tentang penulisan resep. Untuk Indonesia, resep yang lengkap menurut SK Menkes RI No. 26/2981 (BAB III, pasal 10) memuat:
1. Nama, alamat, Nomor Surat Ijin Praktek Dokter (NSIP)
2. Tanggal penulisan resep
3. Nama setiap obat/komponen obat
4. Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
5. Tanda tangan/paraf dokter penulis resep
6. Tanda seru dan paraf dokter untuk resep yang mengandung obat dengan jumlah melebihi dosis maksimum Contoh Resep:

RESEP 1
R/ pct 500 no. X
S 2 dd 1 ac

Artinya: ambillah paracetamol dosis 500mg berisi 10 tablet yang jangan lupa diberikan dua kali sehari sebelum makan

RESEP 2
R/ cefepime 250 mg syr fl no.1
S 2 dd cth no I

artinya: ambillah Cefepime satu botol yang dosisnya pake yang 250 mg/5mL, jangan lupa diberikan dua kali sehari satu sendok teh (5 mL)

RESEP 3
R/ tmp 10mg
as mefe 100mg
msf da pulv dtd no XV
S 3 dd pulv I pc

Artinya: ambil Trimethoprim 10mg dan asam mefenamat 100mg, lalu campur menjadi satu dan bagi sebanyak 15 bungkus terus puyernya diminum 3 kali sehari setelah makan.

Trimakasi Atas Kunjungan Anda . . . .
Good luck




5 komentar:

indah lestari mengatakan...

gk salah tuh ngerjain resep no 3?
tu kan dtd g\harusnya dikaliin jumlah yang diminta dong,,

indah lestari mengatakan...

gk salah tuh pengerjaan resep no 3?
itu kan dtd harusnya dikaliin 15 donk,,

Anonim mengatakan...

udah benner kok. mf plv dtd XV artinya di buat 15 pc.

Anonim mengatakan...

Itu gimana ya resep no.3 artinya
10mg tmp + 100mg as. Mefenamat dibagi 15 pulv
ATAU
Buat 15 pulv yg isi tiap pulv-nya 10mg tmp + 100mg asam mefenamat?

Lalu kalau instruksi m.f.l.a maksudnya apa ya?
Terima kasih

Anonim mengatakan...

kyanya tiap pulv isina segitu
mfla=buatlah dengan seni
bisa juga cuma mf=buatlah