IMAM

JANGAN LUPA SOLAT SELAGI SEMPET INGAT WAKTU SOLATMU SEBELUM DATANG AJALMU . . . . . . . . .

Digital clock

Senin, 04 Maret 2013

PENGARUH LAMA PEREBUSAN KEDELAI B1


PENGARUH LAMA PEREBUSAN KEDELAI (Glycine max (L) Merr) TERHADAP KADAR VITAMIN B1 SECARA
SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS


MUHAMMAD IMAM NAWAWI
11.02.201.089










FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2013
PENGARUH LAMA PEREBUSAN KEDELAI (Glycine max (L) Merr) TERHADAP KADAR VITAMIN B1 SECARA
SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana

Program Studi Farmasi



Disusun dan Diajukan Oleh

MUHAMMAD IMAM NAWAWI
11.02.201.089



Kepada



FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2013
PENGARUH LAMA PEREBUSAN KEDELAI (Glycine max (L) Merr) TERHADAP KADAR VITAMIN B1 SECARA
SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Disusun dan Diajukan Oleh
MUHAMMAD IMAM NAWAWI
11.02.201.089

Telah Dipertahankan Didepan Tim Penguji Ujian Skripsi
Pada Tanggal …… 2013
Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat
Menyetujui/Mengetahui


 NUR ADI, S.Si.,M.Kes.
Pembimbing Utama



AJENG KURNIATI R, S.Si.,M.Kes.,Apt                   SYAFRUDDIN, S.Si.,M.Kes                Pembimbing Pertama                                                Pembimbing Kedua



Ketua Program Studi Farmasi                    Dekan Fakultas  Farmasi


  SYAFRUDDIN,S.Si,.M.Kes          AJENG KURNIATI R,S.Si.,M.Kes.,Apt
PRAKATA

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang  Maha Esa atas rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Jurusan Farmasi Universitas Indonesia Timur Makassar. Dan semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan sebagai bahan informasi kepada aparat terkait dalam upaya peningkatan ilmu pengetahuan di negeri ini.
Rasa Hormat dan terimakasih yang tak terhingga penulis haturkan kepada Ayahanda  Hasanuddin dan Ibunda Sitti Nurjanah yang kami cintai yang selalu memberikan doa, dorongan dan bantuan baik secara moril maupun material selama penulis menjalankan pendidikan. Juga kepada kakanda tercinta Sitti Khatijah  dan Suyono, Terima kasih atas bantuan dan kasih sayangnya yang tidak ternilai harganya.
Dalam menyelesaikan tugas akhir ini, penulis menemukan berbagai macam cobaan, tantangan dan kesulitan, namun berkat dorongan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga skripsi ini dapat terwujud. Dengan ini saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Nur Adi, S.Si.,M.Kes sebagai pembimbing utama, Ibu Ajeng Kurniati Roddu, S.Si.,M.Kes.,Apt sebagai pembimbing pertama dan Bapak Syafruddin, S.Si.,M.Kes sebagai pembimbing kedua atas keikhlasannya meluangkan waktu untuk memberikan petunjuk, pemikiran, bimbingan dan saran kepada penulis mulai dari penyusunan rencana penelitian hingga selesainya skripi ini. Pada kesempatan ini juga penulis ucapan terima kasih dan penghargaan  yang setinggi-tingginnya kepada:
1.     Bapak Rektor Prof. Dr. H. Baso Amang, SE.,M.Si dan Ketua Yayasan Indonesia Timur H. Haruna, MA., MBA.,MM
2.     Ibu Ajeng Kurniati R, S.Si., M.Kes., Apt selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur Makassar.
3.     Bapak Syafruddin, S.Si.,M.Kes, selaku Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur Makassar.
4.   Pihak Pengelolah Laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur Makassar.
5.     Bapak/Ibu dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur yang dengan ikhlas membagikan ilmunya kepada penulis selama duduk dalam bangku kuliah.
6.   Saudaraku tersayang Sitti Khotijah, Suyono, Bambang, Diyah, Akbar, Udin, Lukman Serta sodara-sodara ku yang selama ini telah membantu, terimakasih atas semangat, kebaikan dan do’a yang  selalu diberikan.
7.   Sahabat-sahabatku Cius, Budi, Ukas, Ancha, Acho, Vikry, Kevin, Sidin, Pialin, Yasni, Dila, Sube, Yana, Bety, dan untuk teman-teman  kelas U11, Pondok Minah serta teman-teman Jurusan Farmasi Bina Husada Kendari 2007 yang tidak dapat penulis tuliskan satu persatu. Terimakasih atas dorongan serta iringan doa yang tulus, dan semoga persahabatan kita tidak akan pernah pudar oleh jarak dan waktu.
Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan, Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari semua pihak. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi yang memerlukan.
                                                                      Makassar,  Januari  2013

                                                                                Penulis









ABSTRAK
MUHAMMAD IMAM NAWAWI, ”Pengaruh Lama Perebusan Kedelai Terhadap Kadar Vitamin B1 Secara Spektrofotometri UV-Vis”. (Dibimbing oleh Nur Adi, Ajeng Kurniati Roddu dan Syafruddin)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh lama perebusan terhadap kadar vitamin B1 pada kacang kedelai. Analisis dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri visible dengan panjang gelombang 328,73 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata vitamin B1, untuk sampel dengan tanpa perebusan sebanyak 0,9018 mg/100g, untuk perebusan 15 menit sebanyak 0,8037 mg/100g, untuk perebusan 30 menit sebanyak 0,6045 mg/100g, dan untuk perebusan 45 menit sebanyak 0,3927 mg/100g. Persentase penurunan kadar Vitamin B1 dalam proses perebusan diperoleh, dengan perebusan 15 menit sebanyak 10,88%, perebusan 30 menit diperoleh 32,97% dan perebusan 45 menit diperoleh 56,45%. Dari keseluruhan sampel diketahui bahwa, semakin lama peroses prebusan maka kadar vitamin B1 semakin berkurang.

Kata kunci : Kacang Kedelai, vitamin B1, Spektrofotometri Visibel 











ABSTRACT
MUHAMMAD IMAM NAWAWI, "Effect of Soybean Long Against Poaching levels of Vitamin B1 In Spectro UV-Vis". (Guided by Nur Adi, Maya Kurniati Roddu and Syafruddin)
This study aimed to determine the effect of long boiling on levels of vitamin B1 on soybeans. Analyses were performed using visible spectrophotometry at a wavelength of 328.73 nm. The results showed average levels of vitamin B1, for samples without boiling as 0,9018 mg/100g, boiling for 15 minutes as 0,8037 mg/100g, boiling for 30 minutes as 0,6045 mg/100g, and for boiling 45 minutes as 0,3927 mg/100g. The percentage decrease in the levels of Vitamin B1 in the boiling process is obtained, by boiling 15 minutes as much as 10.88%, boiling 30 minutes gained 32.97%. and boiling 45 minutes gained 56.45%. Of the total sample is known that, the longer the boiling proses diminishing levels of vitamin B1.

Keywords: Soybeans, vitamin B1, Visible spectrophotometry












DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL...............................................................................              i
LEMBAR PENGESAHAN…….............................................................. ii
PRAKATA………................................................................................ iv
ABSTRAK…....................................................................................... vii
ABSTRAK.......................................................................................... viii
DAFTAR ISI....................................................................................... ix
DAFTAR TABEL...............................................................................   xii
DAFTAR LAMPIRAN…….................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR………................................................................... xv
BAB I.  PENDAHULUAN……………................................................... 1
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Uraian Umum Kedelai…....................................................... 4
1.     Klasifikasi….................................................................... 4
2.     Nama Daerah................................................................. 4
3.     Morfologi Kacang Kedelai…............................................ 5
B. Uraian Umum Vitamin B1…….............................................. 9
1.  Sejarah Penemuan Vitamin B1…...................................... 10
2.  Sifat Fisika dan Kimia Vitamin B1….................................. 10
C. Uraian Tentang Spektrofotometri Ultaviolet dan Visibel......... 13
1. Definisi Spektrofotometri….............................................. 13
2. Tahap Analisis Kuantitatif dengan Spektrofomtometri…..... 19 
3. Penetapan Kadar dengan Spektrofotometri……................ 20
BAB III. METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian dan Desain Penelitian……..............
.............. 22
B.    Waktu dan Lokasi Penelitian…….......................................... 22
C.    Sampel Penelitian……......................................................... 22
D.    Alat dan Bahan Penelitian……….......................................... 22
1.     Alat-alat yang digunakan…………………………................ 22
2.     Bahan-bahan yang digunakan………………..................... 23
E.    Metode Analisis……............................................................ 23
1.     Pengambilan Sampel………............................................ 23
2.     Pengolahan Sampel……………....................................... 24
3.     Penyiapan Larutan Pereaksi………….............................. 24
4.     Pembuatan Larutan Contoh………………........................ 25
5.     Analisis Tiamin Hidroklorida…………................................ 26
F. Analisis Data…………………….............................................. 28
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Penelitian…………....................................................... 30
B.    Pembahasan……………...................................................... 32
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan…...................................................................... 34
B.    Saran………………….......................................................... 34
DAFTAR PUSTAKA……….................................................................. 35

DAFTAR TABEL
  Halaman
1.       Kandungan Kedelai................................................................... .............................................................................................. 7

2.       Hasil analisis kualitatif vitamin B1 pada kedelai (Glycine max (L.) Merr)....................................................................................... ............................................................................................ 30

3.       Hasil Pengukuran Kadar Vitamin B1 Kacang Kedelai pada Panjang Gelombang 328,73 nm……………................................ ............................................................................................ 31

4.       Analisis Varian kadar vitamin B1 pada kacang kedelai  (Glycine max (L.) Merr........................................................................... ............................................................................................ 46

























                    DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1.     Hasil Pengukuran Serapan Larutan Baku vitamin B1 secara Spektrofotometri Visibel pada Panjang Gelombang 328,73 nm....................................................................................... 37

2.     Hasil perhitungan persamaan regresi linear vitamin B1 dengan  metode spektrofotometri-visibel pada panjang gelombang 328,73 nm....................................................................................... 48

3.    Contoh hasil perhitungan kadar vitamin C pada tepung kecambah kedelai (Glycine max (L.) Merr)..................................................................... 40

4.    Perhitungan persen pengurangan kadar dalam kacang kedelai (Glycine max (L.) Merr)......................................................... 41

5.    Perhitungan Statistik Data Kadar Vitamin B1 Pada Kacang Kedelai.......................................................................................................................... 43

















                  DAFTAR GAMBAR
Halaman
1.     Skema Kerja Pengaruh Lama Perebusan Kedelai Terhadap Kadar Vitamin B1 Secara Spektrofotometri UV-Vis................................ 36

2.     Kurva persen (%) penurunan kadar vitamin B1 kacang kedelai yang direbus pada beberapa lama waktu perebusa.............................. 42

3.     Spektrofotometri UV-Vis........................................................... ........................................................................................... 47

4.     Sampel Kedelai……………………............................................. ........................................................................................... 48

5.     Sampel Kedelai......................................................................... ............................................................................................... 49

6.     Setelah sampel mengalami peroses perebusan........................... 50

7.     Sampel telah mengalami penyaringan......................................... 51

8.     Larutan baku vitamin B1 1000 bpj dan 100 bpj …………..............                                            52

9.     Larutan Baku dengan kosentrasi 1 bpj, 2 bpj, 3 bpj, 4 bpj, 5 bpj ....   ............................................................................................... 53

10. Tahap Pemisahan Sampel……………....................................... ........................................................................................... 54





1 komentar:

shinta suciningrum mengatakan...

saya mau tanya, vitamin b1 itu bisa d spektrofotometri visible??